Pertumbuhan Bank Perkreditan Rakyat Di Tengah Pandemi 2021

 

Bank Perkreditan Rakyat Intidana Sukses Makmur atau yang biasa disebut dengan BPR Intidana pada saat ini tengah menargetkan pertumbuhan kredit yang mudah dan cepat sebanyak 4% yang dinilai cukup realitis pada di tahun 2021 ini. Dan target tersebut pun perlu mempertimbangkan situasi dari pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum menentu kapan berakhirnya. Meskipun target pertumbuhan kreditnya di 2021 di rencanakan berada di kisaran 4%. Tapi, jika melihat perkembangan dunia usaha yang terkena dampak dari pandemi, sehingga lebih memperhatikan pertumbuhan kredit maupun cenderung untuk melambatkan menyalurkannya. Untuk penyalurannya sendiri akan dilakukan dengan selektif serta dengan lebih ketat lagi. Sedangkan target pertumbuhan DPKnya ialah berada di kisaran 13%. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BPR Intidana, yaitu Bapak Polycarpus Feriyanto. Dan menurut Bpk Polycarpus, strategi yang ditujukan untuk mencapai target dana pihak ketiga atau yang banyak dikenal dengan DPK takni dengan menerapkan sistem jemput bola atau sistem datang langsung ke tempat penabung maupun deposan.

BPR Intidana juga dikatakan akan memberikankan pelayanan yang maksimal di dalam segala hal dengan dukungan serta fasilitas gedung kantor yang representative serta agar dapat menjalankan fasilitas daring dengan nyaman sehingga kebutuhan transaksi para nasabahnya pun akan bisa dilakukan di semua jaringan kantor BPR Intidana yang telah banyak tersebar di daerah Jabodetabek. Selain itu, beliau juga mengatakan jika strategi yang dilakukan BPR Intidana, bisa dibilang merupakan hal yang bisa menerapkan strategi pertumbuhan kredit serta pendanaan yang berkelanjutan dan juga sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Sedangkan untuk pertumbuhan kredit, BPR Intidana juga telah menerapkan strategi penjualan yang memiliki prinsip Speed, Simplicity dan Convenient, namun masih dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian maupun keamanan (Prudent).

Hingga tahun  2021 ini, kinerja keuangan yang diperlihatkan oleh BPR Intidana jika dilihat dari sisi neraca tumbuh bisa dibilang relatif cukup baik. Untuk total aset tumbuhnya sebesar 1,79%, dan DPK tumbuh sebesar 6,42% dari posisi akhir tahun. Untuk hal profitabilitas, BPR Intidana juga membukukan laba bersih sebesar Rp1,12 miliar. Dan meskipun dalam situasi yang tidak mudah seperti ini, namun BPR Intidana masih mampu untuk menutup tahun kerja 2020 dengan pencapaian yang bisa dikatakan optimal. Selain itu, fungsi intermediasi yang dijalankan oleh BPR Intidana berjalan sangat baik. Biro Riset Infobank sendiri mencatat, pada tahun 2020, kredit yang disalurkan BPR Intidana ialah sebesar Rp 653,06 miliar. Dan untuk tahunan, kredit tumbuh 7,62%. Sementara untuk DPK tumbuhnya sangat tinggi, yakni 67,40% atau menjadi Rp544,06 miliar. Dan atas pencapaian kinerja keuangan yang cukup baik di 2020, sehingga BPR Intidana pun mendapatkan predikat “sangat bagus”. Itu berarti, kendati dalam masa krisis yang disebabkan oleh pandemi, pada tahun 2020 BPR intidana masih mampu untuk menjaga performa bisnisnya dengan berkelanjutan. Jika dilihat dari data Otoritas Jasa Keuangan atau yang disingkat OJK, pada tahun 2020 pertumbuhan kredit industri perbankan, atau bank umum, telah akan rcatat terkontraksi 2,40% secara tahunan.

Sedangkan untuk laba bersih terkoreksi hingga 33,08%. Rasio kredit yang bermasalah atau non perfoming loan (NPL), meskipun masih dikatakan dalam batas aman yaitu regulator, tampaknya juga akan merangkak naik dari 2,53% di 2tahun 019 hingga 3,06%. BPR Intidana juga kini menargetkan pertumbuhan yang realistis dengan terus mempertimbangkan situasi pandemi dan menyesuaikannya. Strategi yang dilakukan umumnya ialah dengan menerapkan strategi pertumbuhan kredit serta pendanaan yang berkelanjutan dan juga sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Selain itu, untuk pertumbuhan kredit, BPR Intidana juga akan mulai menerapkan strategi penjualan tersebut.

 Anda juga harus tahu, jika hingga triwulan pertama 2021, kinerja keuangan dari Bank BPR Intidana jika dilihat dari sisi neraca tentunya terlihat sangat stabil. Dengan tumbuh di lingkungan yang relatif cukup baik. Sehingga total aset tumbuh sebesar 1,79%, menjadi 6,42% dari posisi akhir tahun. Jika dilihat dari hal profitabilitas, BPR Intidana merupakan bank yang cukup banyak mengasilkan laba bersih dan mudah dalam pengajuan kredit.