Mengenal Jenis-jenis Kain Khas Bali

Jual Endek Potongan Motif Cepuk Indonesia|Shopee Indonesia
source gambar : shopee.co.id

Selain baju Bali, tentu saja masih ada banyak lagi oleh-oleh khas Bali yang dapat kita jumpai untuk dibawah pulang.  Ya, salah satunya berupa kain khas Bali. Menariknya lagi, ternyata kain khas Bali itu ada beragam jenisnya lho. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis kain khas Bali, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

1. Kain Cepuk

Salah satu ciri khas dari Kain Cepuk ini adalah mengusung warna merah sebagai dasarnya. Menurut kabar yang beredar, Kain Cepuk biasa digunakan dengan cara dililitkan ke pinggang sebagai penutup tubuh bagan bawah untuk menunjang kegiatan atau ritual tertentu.

Dalam kepercayaan masyarakat Bali, Kain Cepuk ini dipercaya mempunyai kekuatan mistis sebagai pelindung dari rintangan maupun bahaya dalam melakukan kegiatan upacara. Sehingga tak heran jika hingga sampai saat ini Kain Cepuk masih digunakan saat ada ritual-ritual keagamaan.

Adapun mengenai Kain Cepuk yang akan dibedakan lagi kedalam beberapa jenis seperti berikut:

  • Cepuk ngawis
  • Cepuk tangi gede
  • Cepuk liking paku
  • Cepuk kecubung
  • Cepuk sudalama
  • Cepuk kurung

2. Kain Endek

Tak berbeda jauh dengan kain cepuk tadi, yang mana Kain Endek juga merupakan kain tenun khas Bali. Namun, Kain Endek ini tampil dengan motif yang lebih bervariasi. Ada beberapa motif Kain Endek yang diyakini memiliki nilai skaral, sehingga tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Dengan kata lain, Kain Endek hanya boleh digunakan untuk ritual keagamaan. Menariknya lagi, ternyata ada beberapa motif Kain Endek yang hanya diperuntukkan untuk kalangan raja dan bangsawan saja lho. Seiring berjalannya waktu, kini telah hadir motif Kain Endek yang memang dikhususkan untuk para turis.

3. Kain Bebali

Cantik dan menarik, itulah kesan-kesan yang tergambar pada sebuah kain tenun bernama Kain Bebali. Namun, nama Kain Bebali memiliki istilah berbeda-beda di setiap daerahnya. Misalkan di kawasan bali Utara, Kain Bebali ini lebih populer dengan nama wangsul. Sedangkan di kawasan Bali Timur lebih terkenal dengan sebutan gedogan.

Istilah Bebali itu sendiri memiliki arti “upacara“, sehingga kain ini kerap digunakan untuk ritual atau upacara keagamaan saja. Ada salah satu fakta yang sangat menarik dari proses pembuatan Kain Bebali. Ya, Kain Bebali ini hanya boleh dibuat oleh para wanita tetua yang sudah tidak lagi mengalami haid.

4. Kain Gringsing

Kain Gringsing ini berasal dari kawasan Desa Tenganan Bali, yang diyakini sebagai karya suku Bali Aga. Hebatnya lagi, Kain Gringsing dinobatkan sebagai satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan system dobel ikat lho.

Istilah gringsing merupakan penggabungan dari kata gring (sakit) dan sing (tidak), sehingga makna dari grinsing adalah tidak sakit. Dengan kata lain, penggunaan Kain Gringsing ini diyakini dapat menolak bala.

Proses pembuatan Kain Gringsing bisa memakan waktu 2 sampai 5 tahun karena dibuat secara manual dengan menggunakan tangan. Sehingga tak heran jika harga kain gringsing lebih mahal dibanding jenis kain Bali lainnya.

5. Kain Kling

Jenis kain khas Bali berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama Kain Kling. Dalam kepercayaan masyarakat Hndu Bali, Kain Kling ini diyakini mempunyai kekuatan mistis. Nah, karena hal itulah yang membuat Kain Kling hanya dipergunakan untuk ritual-ritual keagamaan saja. Pada umumnya, Kain Kling digunakan ketika ada upacara potong gigi.