Efektikah Pembelajaran Blended Learning untuk PAUD dan SD?

Apakah anda sudah pernah mendengar mengenai pembelajaran blended learning? Pembelajaran model campuran yang menggabungkan antara metode tatap muka dan e-learning ini semakin booming dan banyak diterapkan, khususnya seiring dengan terjadinya pandemi. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah model seperti ini efektif untuk anak PAUD dan SD. Yuk cari tahu.

Mengenal Metode Pembelajaran Campuran

Sebelum mencari tahu lebih jauh apakah model pembelajaran campuran efektif atau tidak untuk anak pada jenjang PAUD dan SD, sebaiknya ayah dan bunda mengenal terlebih dahulu seperti apa metode pembelajaran blended. Dimana pada dasarnya, model seperti ini menggabungkan antara metode konvensional dengan aktivitas 0nline atau virtual.

Metode konvensional sendiri seperti yang telah anda kenal sejak lama. Yaitu anak datang ke sekolah dan belajar dengan bertatap muka secara langsung bersama guru. Sementara aktivitas 0nline yang dimaksud adalah pembelajaran dengan menggunakan alat multimedia yang disajikan melalui media 0nline.

Metode blended learning seperti itu dinilai mampu membuat proses belajar anak menjadi lebih menyenangkan, menarik, dan variatif. Karena konten belajar yang dapat disiapkan oleh guru menjadi lebih beragam. Dan siswa pun bisa mengakses konten 0nline kapan saja, yang kemudian akan dilibatkan kembali dalam kegiatan interaktif di dalam kelas.

Apakah Efektif untuk Anak Usia PAUD dan SD ?

Untuk anak usia sekolah tingkat atas seperti SMP dan SMA, model pembelajaran campuran yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan variatif tentu terbilang cukup efektif. Namun apakah hal serupa akan terjadi apabila diterapkan pada anak usia PAUD dan SD ?

Sebenarnya, efektif atau tidaknya metode belajar yang digunakan sangat tergantung dari bagaimana cara penyajiannya. Bukan hanya metode belajar campuran, namun model belajar face to face pun bisa berpotensi tidak berjalan efektif dan efisien apabila cara penyajiannya tidak mengindahkan dari sisi si anak sendiri.

Sebagai contoh guru hanya sekadar ceramah selama pembelajaran berlangsung. Jangankan anak PAUD dan SD, sepertinya orang dewasa pun akan mudah bosan dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran model campuran pun harus dikombinasikan dengan praktikum atau interaktif langsung dengan siswa. Sehingga KBM dapat berjalan dengan efektif.

Penerapan Pembelajaran Campuran untuk Anak PAUD dan SD

Untuk penerapannya sendiri, sistem blended learning yang begitu erat dengan penggunaan teknologi dan gadget sudah dapat dilakukan pada anak usia PAUD dan SD. Pasalnya anak zaman sekarang pun dalam keseharian memang telah begitu akrab dengan penggunaan berbagai barang seperti itu, bahkan sebelum usia pra sekolah sekalipun.

Sehingga penerapan model belajar blended yang mengandalkan teknologi sepertinya tidak akan mengalami kendala signifikan. Meski begitu, tentu penggunaan teknologi ini harus benar benar diperhatikan baik oleh orang tua maupun guru. Sehingga anak memang benar benar menggunakannya untuk belajar alih alih hanya bermain gadget.

Jadi berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model campuran sebenarnya bisa saja efektif untuk anak usia PAUD maupun SD, asalkan cara penyajiannya memang tepat. Oleh karena itu, memilih sekolah yang sudah siap untuk menerapkan pembelajaran blended seperti Sekolah Murid Merdeka tentu dapat menjadi solusi.