contoh kata kiasan dalam puisi dan penjelasannya

contoh kata kiasan

 

contoh kata kiasan dalam puisi dan penjelasannya – Dalam dunia kesusastraan Indonesia, terdapat jenis syair yang mempunyai berbagai macam syair yang menawan. Diantaranya, terdapat syair kiasan, syair panji, syair romantis, syair sejarah dan syair kiasan. Syair kiasan biasanya memiliki kesamaan suara bunyi pada setiap tiap  ujung kalimatnya. Untuk lebih memahami tentang syair kiasan,

Membuat kata kiasan lebih sulit daripada kata formal biasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kiasan adalah bentuk perumpamaan, lambang, sindiran, dan pelajaran.

Kata kiasan biasa dipakai dalam pembuatan karya sastra, untuk penekanan dan memperindah sebuah ungkapan. Karya sastra yang menggunakan kata kiasan adalah novel, puisi, pantun, lirik lagu, dan lain-lain. 

Salah satu bentuk kata kiasan adalah majas, kurang lebih ada 25 jenis-jenis majas yang bisa memudahkan pembuatan kalimat dengan kata kiasan. Simak contoh kalimatnya agar lebih memahami.

Kata kiasan adalah bentuk perumpamaan atau bukan makna yang sebenarnya. Kata kiasan adalah kata non-formal, fungsinya digunakan untuk menulis atau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pembuatan kata kiasan adalah mengandalkan perasaan dan imajinasi. Segala bentuk kata kiasan berkaitan dengan ungkapan yang dilebih-lebihkan, seperti majas tetapi bukan majas. Kata kiasan adalah dipakai untuk memberikan penekanan dan rasa keindahan.

Mengingat bahwa kata kiasan adalah bukan kata sebenarnya, membuat kata kiasan harus diterka oleh pembaca. Bahasa kiasan menurut Krause (2008) mengarah pada sudut pandang yang tidak langsung atau tidak logis atau memiliki tafsiran yang tidak masuk akal.

berikut contoh syair kiasan :

(karya Sultan Badaroedin)

Paksi Simbangan konon namanya
Cantik dan manis sekalian lakunya
Matanya intan cemerlang cahayanya
Paruhnya gemala tiada taranya

Terbangnya Simbangan berperi-peri
Lintas di Kampung Bayan Johari
Terlihatlah kepada putrinya Nuri
Mukanya cemerlang manis berseri

Simbangan mengerling ke atas geta
Samalah sama berjumpa mata
Berkobaran arwah leburlah cinta
Letih dan lesu rasa anggauta

Si Burung Pungguk

(karya Hamzah al Fansuri)

Pertama mula pungguk merindu
Membunyilah guruh mendayu-dayu
Hatinya rawan bercampur pilu
seperti dihiris dengan sembilu

Pungguk bermadah seraya merawan
Wahai bulan terbitlah tuan
Gundahku tidak berketahuan
Keluarlah tercelah awan

Sebuah tilam kitalah beradu
Mendengarkan pupungguk merindu
Suaranya halus tersedu-sedu
Laksana orang berahikan jodoh

Pungguk merawan setiap bulan
Sebilang jitun berlompatan
Bulan mengandung disebelah lautan
Mendengarnya bersambut-sambutan

Diatas beraksa berapa lama
Gilakan cahaya bulan purnama
Jikalah bulan jatuh kerama
Dimanakah dapat pungguk bersama

Pungguk bermadah seraya merawan

 

Itulah contoh syair kiasan dalam bahasa Indonesia yang dapat Anda pelajari. Untuk lebih memahami tentang  karya sastra lainnya,  Terima kasih
Wahai bulan terbitlah tuan
Gundahku tidak berketahuan
Keluarlah bulan tercelah awan

Itulah contoh syair kiasan dalam bahasa Indonesia yang dapat Anda pelajari. Untuk lebih memahami tentang karya sastra lainnya, Anda juga dapat mempelajari artikel yang di irhanhisyam.Com .Apabila artikel ini bermanfaat jangan lupa untuk membagikan kepada teman – teman kalian terimakasih